Menu
Teguh Indonesia


     Alhamdulillah dua keluarga kami berkumpul lagi. tingkepan kata orang jawa, atawa nujuh bulan. Semoga ibu dan bayinya sehat saat proses melahirkan. Serta Semua keluarga yang hadir dan mendoakan juga diberikan kesehatan dan kemudahan oleh Allah Swt.

     Alhamdulillah dua keluarga kami berkumpul lagi. tingkepan kata orang jawa, atawa nujuh bulan. Semoga ibu dan bayinya sehat saat pr...
Teguh Estro Minggu, 12 Februari 2017
Teguh Indonesia

oleh: Teguh Estro
      Membangun masyarakat agar menjadi maju bukanlah pekerjaan satu atau dua hari. Bukan juga bisa diselesaikan oleh satu-dua orang. Terdapat ragam variabel dan unsur penunjangnya. Penunjang utama dari pembangunan tidak lain adalah manusianya sendiri. Setiap individu memiliki kepedulian, tanggung jawab hingga menjadi pelopor bagi individu lainnya.

   Secara data, Indonesia kita memiliki catatan plus-minus mengenai manusianya. Secara akumulatif Mulai dari Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Daya Baca, Tingkat Kemampuan Meneliti dan banyak tola ukur lainnya yang masih rendah nilainya. Namun secara personal manusia Indonesia banyak yang jawara Olimpiade Sains Internasional, Peneliti kelas dunia sampai diakuia di Eropa, Jepang dan Amerika bahkan. Persoalannya kesenjangan value individu manusia dan value kumulatif mengindikasikan adanya miss dalam pembangunan manusia.

Dalam pembangunan kita membutuhkan peran aktif masyarakat. Hanya saja kita kerap terjebak dengan menjadikan masyarakat hanya sebagai tools daripada menjadikannya sebagai aktor yang menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal ini sebab masih minimnya Responsibility (Tanggung Jawab) masyarakat dalam melaksanakan program pembangunan.

Sebagai contoh di kota-kota besar seperti Amsterdam, Barcelona dan akhir-akhir ini kota Bandung coba menerapkan fasilitas transportasi publik Bike-sharing. Semacam fasilitas sewa sepeda dengan member card untuk mobilisasi jarak dekat. Bayangkan bila program ini dilaksanakan di tengah masyarakat yang minim tanggung jawab sosialnya. alhasil, sepeda akan 'raib' satu per satu. Begitupun dengan pemasangan CCTV, lampu taman dan teknologi sensor lainnya. Tentu akan menimbulkan biaya pemeliharaan yang tinggi. Kerap kita menuntut Corporate Social Responsibility (CSR) Namun melupakan kekuatan pembangunan utama, yakni People Social Responsibility.

oleh: Teguh Estro       Membangun masyarakat agar menjadi maju bukanlah pekerjaan satu atau dua hari. Bukan juga bisa diselesaikan ol...
Teguh Estro Sabtu, 11 Februari 2017
Teguh Indonesia

Belajar Bertani CABE
oleh: Teguh Estro

Mahalnya Harga Cabai di Beberapa Daerah cukup menyulitkan masyarakat. Bahkan ada yang sampai harga Rp.100.000/Kg.

Dalam kondisi 'kepepet' memunculkan gagasan masyarakat untuk mencari solusi. Salah satunya menanam Cabe di pekarangan masing-masing rumah masyarakat.

Dalam bahasa sederhana, "...Untuk Makan Cabe masa' harus beli..." oleh karenanya mohon do'anya agar kampanye petani karangan ini bisa diterima masyarakat luas. Khususnya di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ini.

Belajar Bertani CABE oleh: Teguh Estro Mahalnya Harga Cabai di Beberapa Daerah cukup menyulitkan masyarakat. Bahkan ada yang sampai har...
Teguh Estro Selasa, 07 Februari 2017
Teguh Indonesia




Selamat Ulang Tahun yang ke-3
untuk keponakan Hafizah (Fiza)
Semoga Tambah Pintar dan Imut

Selamat Ulang Tahun yang ke-3 untuk keponakan Hafizah (Fiza) Semoga Tambah Pintar dan Imut
Teguh Estro Kamis, 08 Desember 2016
Teguh Indonesia


Alhamdulillah
10 Juli 2016

Pernikahan Kami

Teguh Eko Sutrisno & Nindi Elisse

Terima Kasih ya Allah,
Berkahi kami ya Rabb

Alhamdulillah 10 Juli 2016 Pernikahan Kami Teguh Eko Sutrisno & Nindi Elisse Terima Kasih ya Allah, Berkahi kami ya...
Teguh Estro Rabu, 27 Juli 2016
Teguh Indonesia

Oleh: Teguh Estro
Wakil Bupati PALI, Pak Ferdian AL.S.Kom.MM membuka acara

Pagi hari di bulan puasa kantor Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dipenuhi tamu dari berbagai SKPD. Sebagai Tim Penyusun RPJMD Kabupaten PALI kami menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten PALI. Di ruangan sederhana pak Wakil Bupati membuka acara tersebut. Bapak Ferdian Andreas Lacony S.Kom.,MM menyampaikan bahwa Pembangunan Harus Direncanakan agar tidak semrawut.

Ir. Yohannes, M.Sc
Dalam sesi pertama materi disampaikan oleh Bpk Ir. Yohannes, M.Sc. Beliau adalah Assisten II Bidang Ekonomi Sekda Provinsi Sumatera Selatan. Sebelumnya pria yang pernah 8 tahun menjadi Kepala BAPPEDA Provinsi SUMSEL ini pernah mendapatkan penghargaan Lencana Pangripta, yakni Perencana Terbaik Se-Indonesia sebanyak 4 kali. Pak Yohannes bercerita, dahulu ia pernah menjadi BAPPEDA di Belitung Timur, dan melakukan perubahan alokasi anggaran yang cukup berbeda. Anggaran yang biasanya banyak dialokasikan pada pembanguna jalan, justru dialihkan pada alokasi perikanan dan kelautan. Dan akhirnya beberapa tahun kemudian daerah tersebut cukup maju kendati pada awal-awalnya ia dikucilkan banyak pihak. Inilah bukti bahwa melakukan perubahan itu butuh kerja keras dan sabar atas penilaian negatif orang lain. “ saya datang ke PALI untuk merubah, minimal merubah mindset”


Drs. Sumedi Andro Mulyono, MA.Phd
Dalam sesi kedua kami mendengarkan presentasi dari seorang lulusan Jepang Drs. Sumedi Andro Mulyono, MA, P.hd. Beliau perwakilan dari BAPPENA menyampaikan mengenai Transformasi & Akselerasi Pembangunan Kabupaten PALI Tahun 2016 – 2021. Ada satu poin yang selalu beliau tekankan yakni keterlibatan Desa dan Kecamatan dalam perencanaan pembangunan. Apalagi salah satu Visi daripada BUPATI PALI yakni Memperkuat Sarana Prasarana Ekonomi Rakyat Berbasis Sumber Daya & Kearifan Lokal. Harapannya di PALI ke depan setiap Desa memiliki keunggulannya masing-masing dengan slogan “One Village, One product”. Selanjutnya Beliau mengajak pemangku kebijakan PALI untuk memperbaiki 5 Sistem dalam pembangunan. Yakni, 1)Sistem Manajemen berbasis kinerja, 2)Sistem Pelayanan, 3)Sistem Transportasi, 4)Sistem Logistik, 5)Sistem Informasi.

Oleh: Teguh Estro Wakil Bupati PALI, Pak Ferdian AL.S.Kom.MM membuka acara Pagi hari di bulan puasa kantor Bupati Penukal Abab Lema...
Teguh Estro Rabu, 15 Juni 2016
Teguh Indonesia

Oleh : Teguh Estro


Kue Awug, terbuat dari tepung beras yang dikukus berisikan gula merah. Alhamdulillah saya sudah mencoba kelezatan kue basah ini. Pekan lalu pada tanggal 26 Mei kami rombongan dari pelatihan Kementerian Sosial berkunjung ke Kecamatan Bandung Kidul, tepatnya di Kelurahan Mengger. Sila berkunjung untuk mencari kue Awug buatan Kelompok Usaha "Sedap Malam".

Usaha yang diketahui Pak Agus Suherman ini cukup sukses dalam pemasaran. Meskipun dalam penjualannya masih tradisional yaitu pola pemasaran "Dari Mulut ke Mulut". Sejak berdiri tahun 2013 sampai tahun 2016 sekarang sukses menjadi andalan di Kelurahan Mengger dengan produk unggulan "Kue Awug". Adapun selain kue awug, Pak Agus dkk juga memproduksi kue Nagasari, Kue Bugis dan Tape Ketan.

Ketua Kelompok Agus Suherman (Baju Biru)
Setiap harinya 3 orang dari anggota kelompok sudah membawa kue awug ke pasar Kordon di Kelurahan Mengger. Dalam satu hari KUBE Binaan Kementerian Sosial ini menjual dan memenuhi pesanan 500 kue dengan harga satuan Rp 1000,- Walaupun penjualannya tidak menggunakan media-sosial, Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Sedap Malam ini tidak khawatir dalam pemasaran. Karena usaha yang didampingi oleh Ibu Yani Ela Kurnia ini hanya menjual berdasarkan pesanan. Maka, kue yang dipesan pasti selalu habis. Bahkan saat terjadi kenaikan harga bahan baku, mereka tetap bisa menyiasati penjualan. Seandainya harga kelapa dan gula melonjak, maka disiasati dengan mengurangi volume kue menjadi agak kecil. Supaya harga tetap Rp 1000,-

Selain memasarkan kue ke pasar Kordon di Kelurahan Mengger, KUBE yang beranggotakan 10 orang ini juga melakukan promosi sampai ke kantor Kecamatan, Walikota bahkan berdasarkan informasi dari salah satu anggota, kue awug ini sudah dicicipi oleh Pak Jokowi. Dan promosinya tetap hanya lewat promosi dari mulut ke mulut.

Selanjutnya pemasarna yang paling besar justru saat menerima pesanan dari hajatan dan pesta kawinan. Dalam satu minggu sekitar 3 hajatan yang memesan sekitar 1000 kue, jadi total 3000 kue dalam sepekan. Wow untuk ukuran usaha mikro, mereka cukup sukses. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi pembaca semua...

Oleh : Teguh Estro Kue Awug, terbuat dari tepung beras yang dikukus berisikan gula merah. Alhamdulillah saya sudah mencoba kelezatan ku...
Teguh Estro Kamis, 02 Juni 2016
Teguh Indonesia

Oleh: Teguh Estro

Perjalanan asyik ke Bandung pekan lalu. Dalam acara pelatihan Usaha dari Kementerian Sosial RI di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Lembang Bandung. Wuizzzz dingin bingit bro di sana. tapi tunggu dulu, saya mau cerita tentang hasil pelatihan itu. Disimak aja ya broh....

Pertama kami mendengar penyampaian sambutan pembuka dari Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Bapak Andi Zaenal Dolu. Beliau menyampaikan "Miskin di Indonesia bukanlah miskin harta namun miskin Pikiran atau Mindset, kita harus membuat masyarakat menjadi terbuka pikirannya" selanjutnya beliau menambahkan kalau kemiskinan tinggi maka akan merusak sistem semuannya, termasuk sistem demokrasi. Lihatlah demokrasi kita, masyarakat miskin menjadi komoditi paling laris saat pemilihan umum. Suara dengan mudahnya dijual oleh gencarnya Money politic. Seandainya masyarakat kita sudah sejahtera dan berdaya, maka  money politic akan kecil kemungkinan terjadi.

Langsung selepas opening ceremony, acara dilanjutkan materi dari Direktur Fakir Miskin Kementerian Sosial, Bpk Momu Suherman. Beliau menyampaikan bahwasannya ada 4 perkara dalam pemberdayaan Fakir Miskin: 

Sambutan Dirjen Penanganan Fakir Miskin
1)Pengembangan Potensi Masyarakat  
2)Pemberdayaan Kelembagaan/organisasi  
3)Bantuan Permodalan  
4)Penanganan Fakir Miskin dengan Mitra lintas kabupaten/kota. 

Berikutnya beliau menambahkan bahwa peran pendamping sosial selain melakukan pendampingan, juga melakukan advokasi masyarakat miskin. Agar mereka berdaya. Oleh karenanya salah satu kemampuan yang harus dimiliki dalam penanganan Fakir Miskin adalah Skill advokasi.

PENDAMPING SOSIAL MELAWAN KEMISKINAN
Dr. Agus Widiatmo, M.Si
Dr. Agus Widiatmo, M.Si adalah sosok yang begitu semangat membakar para peserta untuk melawan kemiskinan yang menghinggapi masyarakat. Beliau mengungkapkan Kemiskinan masih menjadi Problem Sosial Nasional. Poverty is Common Enemy, Kemiskinan adalah musuh bersama. So, ini bukan tugas satu kelompok saja. Ini tugas kita bersama. 

Beliau pun menyampaikan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Kementerian Sosial kudu digembleng oleh pendamping yang sekaligus bisa menjadi motivator. Karena pendampingan Sosial sejatinya adalah Proses menjalin Relasi Sosial ujar beliau. Maksudnya, Memobilisasi Masyarakat miskin agar bisa bermitra kepada banyak pihak. Jargon yang paling melekat dari beliau adalah Work With People, Not Work For People (Bekerjalah Bersama Masyarakat, Bukan Dikerjain oleh Masyarakat).

Dr. Warsono, M.Pd
Selanjutnya pada malam hari sembari melawan kantuk, peserta mendapat asupan ilmu mengenai pendampingan Sosial dari Dr. Warsono, M.Pd. Pada awal sesi beliau kembali menekankan bahwa peran pendamping adalah mengadvokasi masyarakat dan memediasi (menjadi penghubung) antara masyarakat dan pemerintah. 

Salah satu jargon yang paling mengena adalah "Tugas Pendamping adalah Merubah Perilaku, Sikap dan Fungsi Sosial Masyarakat" Sehingga masyarakat bisa menjadi Mandiri dan Percaya Diri. Juga beliau menambahkan bahwa suatu wirausaha agar berhasil harus memperhatikan produk apa yang tepat dan bagaimana memasarkannya.

PAKSA MASYARAKAT BERWIRAUSAHA
Hari berikutnya Selasa, 24 Mei 2016 semakin menikmati suasana pelatihan. Dan benar saja sosok cerdas namun bersahaja menyeret kami sedalam-dalamnya pada cerita berwirausaha. Dialah Bapak Ahmad Rosyad Mansoer, SP, MM yang menyampaikan materi Membangun Sikap Berwirausaha.

Ahmad Rosyad Mansoer, SP,MM
"Segala sesuatu usaha harus berdasarkan ilmu" Begitulah beliau pada awalnya. Berwirausaha itu butuh wawasan luas tambah beliau atau lebih lengkapnya berwirausaha itu membutuhkan tiga hal, yakni Sikap Mandiri, cerdas dan Keterampilan. Panjang lebar penyampaian beliau yang merincikan bagaimana ilmu Produksi, Pencatatan Keuangan dan Skill Pemasaran. 

Selanjutnya ada lima hal penting dalam memilih usaha saat berbisnis: 
1. Bisnis yang Prospektif
2. Market Oriented (Mencari Pelanggan)
3. Sesuai dengan Passion (Hobi)
4. Cerdas dalam mebangun mitra (Networking)
5. Mengikuti Perubahan/perkembngan zaman

Akhirnya setelah beberapa hari, sampailah peserta pada pemateri yang luarrrr biasa, yakni ibu Dra. Yani Aryani, M.Si. Beliau dengan gaya yang lugas berkata "Dalam usaha butuh orang yang terampil, yakni orang yang detail memiliki kecakapan dalam usahanya" oleh karenanay para pendamping sosial harus jeli melihat potensi masyarakat. Memilih dan memilah keterampilan yang tersebunyi di masyarakat. 

Seorang pendamping sosial Harus memiliki hasrat tinggi untuk membantu orang lain sambung beliau. Dalam mencari dan menggali potensi masyarakat pendamping sosial wajib memahami cara berkomunikasi efektif. Beliau mengatakan : Jangan Memakai Bahasa Planet.
Dra. Yani Aryani, M.Si

Berkomunikasi harus disesuaikan dengan adat, perilaku dan pendidikan masyarakat. Sehingga tercapai tujuan dari komunikasi sosial yakni, Perubahan sosial, sikap, opini dan perialaku masyarakat. Nah, untuk merubah sikap masyarakat maka para pendampung sosial juga harus memiliki perilaku yang mendukung. Antara lain sikap Sabar, Mampu Mendengarkan dan Bisa Membaur bersama masrakat.

Yah, Baiklah kawan-kawan masih banyak lagi yang harusnya bisa disampaikan. Namun apalah daya sudah ngantuk banget nih. Mungkin kesempatan lain bisa disambung lagi yang seru-seru di Bandung kemarin he he...

Oleh: Teguh Estro Perjalanan asyik ke Bandung pekan lalu. Dalam acara pelatihan Usaha dari Kementerian Sosial RI di Balai Besar Pendidi...
Teguh Estro Selasa, 31 Mei 2016
Teguh Indonesia

Beberapa waktu lalu, 21 Maret 2016. Kembali beberapa ketua kelompok KUBE yang siap diajukan sengaja dikumpulkan. Bukan sembarang kumpul sambil lalu, pertemuan kali ini cukup mengernyitkan dahi. Lagi-lagi perihal 'Kartu Miskin' yang menjadi dilema...

Salah satu pertanyaan yang sulit ditebak adalah Siapa itu miskin. Terkadang mereka yang memiliki kartu miskin justru tampak sugih hidupnya. Namun jelas-jelas mereka yang terhimpit derita luput tak tersentuh uluran tangan hanya karena tidak terdata sebagai orang miskin.

Apakah ini kesalahan para pendata kemiskinan? Hmm tidak juga rasanya. Ada orang yang pada saat pendataan mereka benar-benar miskin. Namun sebulan kemudian mereka mendapat rezeki tak terduga (biasanya sehabis jual tanah) lalu menjadi orang mampu.
Atau sebaliknya mereka yang pada saat pendataan tak tercatat sebagai warga miskin. Namun sebulan kemudian hartanya habis (misal setelah menikahkan anak, kuliah anak dll) lalu hidupnya kekurangan.

Haduh, Sudahlah jalani saja. Apa yang kita miliki syukuri saja. Tak perlu mengaku-ngaku miskin. apalagi bangga memiliki kartu miskin. gunakan kartu tersebut seperlunya. sudah itu saja...

Beberapa waktu lalu, 21 Maret 2016. Kembali beberapa ketua kelompok KUBE yang siap diajukan sengaja dikumpulkan. Bukan sembarang kumpul sa...
Teguh Estro Minggu, 03 April 2016
Teguh Indonesia

Jumat sore, 11 Maret kemarin. Saya diundang pak Lurah Handayani, Pak Bambang Saipul untuk mendengar curhat sekaligus bincang-bincang bersama para ketua RW.

Mereka luar biasa, proaktif dan santun. Sampai akhirnya berbicara tentang kemiskinan. Lagi-lagi persoalan pendataan warga miskin yang tidak valid. pemutakhiran data yang lambat tak mampu mengatasi perubahan status kesejahteraan warga yang terus berganti-ganti dalam hitungan bulan.

oleh karenanya bagi pihak yang memiliki wewenang melakukan pemutakhiran data warga miskin tolong diseriuskan. Paling tidak 6 bulan sekali kudu diupdate. Sehingga jika ada bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah bisa tepat sasaran. Kasihan para lurah, kades, RT dan RW yang selalu dicibir dan tempat pengaduan masyarakat selama ini. Semoga Allah menolong tugas-tugas para ketua RT dan RW seluruh Indonesia, amiiin.

Jumat sore, 11 Maret kemarin. Saya diundang pak Lurah Handayani, Pak Bambang Saipul untuk mendengar curhat sekaligus bincang-bincang bersa...
Teguh Estro Sabtu, 12 Maret 2016