![]() |
| Ilustrasi |
Teguh Indonesia
Riset dan Pemberdayaan Masyarakat
Analisa Ekonomi Kelas Menegah terhadap Penundaan Pelantikan CPNS dan PPPK

Misalnya, ketika terjadi ketegangan antara dua keluarga, panggilan-panggilan dalam Peturan mengingatkan mereka akan ikatan sosial yang telah terjalin. Seorang Mamak (paman) tidak akan mudah marah kepada keponakannya karena ia "memandang" keponakannya sebagai bagian dari keluarganya. Dengan demikian, Peturan tidak hanya memudahkan silaturahmi, tetapi juga menjadi alat untuk meredam konflik dan memulihkan harmoni sosial.
Tradisi Peturan di Desa Tempirai: Catatan Pinggir tentang Kekuatan Tutur dalam Menghadapi Permasalahan Sosial
Kajian Budaya ; Benda diduga Cagar Budaya desa Panta Dewa
Turun Lapangan Tim Ahli Cagar Budaya [TACB] Kabupaten PALI
Bengkel Seni Rupa 23, Desa Betung
Dialog Isu Lingkungan Tempirai
Pemajuan Kebudayaan butuh Goal Setting
Relevansi Budaya Candi Bumiayu terhadap Pembangunan.
PALI, CS - Kampung Digital Air Itam berkolaborasi dengan para pendidik di Kabupaten PALI, menggelar Gerakan Guru Go Digital di Bumi Serepat Serasan.
Gerakan yang diinisiasi oleh Kampung Digital Air Itam itu memberikan inspirasi kepada para guru untuk bisa menggunakan tools Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, seperti Chatgpt dan Google Gemini.
Pembina Kampung Digital Air Itam, Teguh Eko Sutrisno, S.Kom.I menerangkan bahwa digelarnya kegiatan tersebut tidak lain untuk merangkul para pendidik agar bisa menjadikan tools AI (chat GPT dan Google Gemini) sebagai penunjang pembelajaran.
"Beberapa waktu lalu, kegiatan tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 1 Penukal. Selanjutnya sekolah lainnya akan kita datangi untuk memberikan inspirasi untuk bisa memanfaatkan teknologi tersebut," jelas Teguh.
Pada kesempatan kemarin, Kampung Digital Air Itam berkolaborasi bersama Komunitas Pandu Digital SMA N 1 Penukal. Didampingi oleh dua pemateri Irpansyah yang merupakan founder Kampung Digital Air Itam dan Agus Munir, S.Pd yang merupakan Guru Penggerak sekaligus Member Google Gemini Academy.
"Peserta yang mengikuti kegiatan Gerakan Guru Go Digital di SMAN 1 Penukal itu dihadiri oleh guru-guru di desa yang ada di kecamatan Penukal baik tingkat SMP maupun SMA," imbuhnya.
"Tujuan yang ingin dicapai, tentunya agar guru melek (mengetahui dan cakap, red) terhadap tools AI (Chat GPT dan Google Gemini) yang kerap disalahgunakan sebagai jalan pintas materi pembelajaran. Kemudian dalam kesempatan itu juga memberikan cara untuk menyikapinya secara bijak," tuturnya.
Ke depan, Gerakan Guru Go Digital ini akan menyasar ke guru-guru yang ada di kabupaten PALI. "Tentunya Gerakan Guru Go Digital ini diharapkan bisa secara masif dilaksanakan dan bisa menginspirasi seluruh guru yang ada di kabupaten PALI, sehingga menjadi melek digital," pungkasnya. (Red)
.jpg)























