Menu
Teguh Indonesia

Belajar Dari Bandung

Oleh: Teguh Estro

Perjalanan asyik ke Bandung pekan lalu. Dalam acara pelatihan Usaha dari Kementerian Sosial RI di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Lembang Bandung. Wuizzzz dingin bingit bro di sana. tapi tunggu dulu, saya mau cerita tentang hasil pelatihan itu. Disimak aja ya broh....

Pertama kami mendengar penyampaian sambutan pembuka dari Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial Bapak Andi Zaenal Dolu. Beliau menyampaikan "Miskin di Indonesia bukanlah miskin harta namun miskin Pikiran atau Mindset, kita harus membuat masyarakat menjadi terbuka pikirannya" selanjutnya beliau menambahkan kalau kemiskinan tinggi maka akan merusak sistem semuannya, termasuk sistem demokrasi. Lihatlah demokrasi kita, masyarakat miskin menjadi komoditi paling laris saat pemilihan umum. Suara dengan mudahnya dijual oleh gencarnya Money politic. Seandainya masyarakat kita sudah sejahtera dan berdaya, maka  money politic akan kecil kemungkinan terjadi.

Langsung selepas opening ceremony, acara dilanjutkan materi dari Direktur Fakir Miskin Kementerian Sosial, Bpk Momu Suherman. Beliau menyampaikan bahwasannya ada 4 perkara dalam pemberdayaan Fakir Miskin: 

Sambutan Dirjen Penanganan Fakir Miskin
1)Pengembangan Potensi Masyarakat  
2)Pemberdayaan Kelembagaan/organisasi  
3)Bantuan Permodalan  
4)Penanganan Fakir Miskin dengan Mitra lintas kabupaten/kota. 

Berikutnya beliau menambahkan bahwa peran pendamping sosial selain melakukan pendampingan, juga melakukan advokasi masyarakat miskin. Agar mereka berdaya. Oleh karenanya salah satu kemampuan yang harus dimiliki dalam penanganan Fakir Miskin adalah Skill advokasi.

PENDAMPING SOSIAL MELAWAN KEMISKINAN
Dr. Agus Widiatmo, M.Si
Dr. Agus Widiatmo, M.Si adalah sosok yang begitu semangat membakar para peserta untuk melawan kemiskinan yang menghinggapi masyarakat. Beliau mengungkapkan Kemiskinan masih menjadi Problem Sosial Nasional. Poverty is Common Enemy, Kemiskinan adalah musuh bersama. So, ini bukan tugas satu kelompok saja. Ini tugas kita bersama. 

Beliau pun menyampaikan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dari Kementerian Sosial kudu digembleng oleh pendamping yang sekaligus bisa menjadi motivator. Karena pendampingan Sosial sejatinya adalah Proses menjalin Relasi Sosial ujar beliau. Maksudnya, Memobilisasi Masyarakat miskin agar bisa bermitra kepada banyak pihak. Jargon yang paling melekat dari beliau adalah Work With People, Not Work For People (Bekerjalah Bersama Masyarakat, Bukan Dikerjain oleh Masyarakat).

Dr. Warsono, M.Pd
Selanjutnya pada malam hari sembari melawan kantuk, peserta mendapat asupan ilmu mengenai pendampingan Sosial dari Dr. Warsono, M.Pd. Pada awal sesi beliau kembali menekankan bahwa peran pendamping adalah mengadvokasi masyarakat dan memediasi (menjadi penghubung) antara masyarakat dan pemerintah. 

Salah satu jargon yang paling mengena adalah "Tugas Pendamping adalah Merubah Perilaku, Sikap dan Fungsi Sosial Masyarakat" Sehingga masyarakat bisa menjadi Mandiri dan Percaya Diri. Juga beliau menambahkan bahwa suatu wirausaha agar berhasil harus memperhatikan produk apa yang tepat dan bagaimana memasarkannya.

PAKSA MASYARAKAT BERWIRAUSAHA
Hari berikutnya Selasa, 24 Mei 2016 semakin menikmati suasana pelatihan. Dan benar saja sosok cerdas namun bersahaja menyeret kami sedalam-dalamnya pada cerita berwirausaha. Dialah Bapak Ahmad Rosyad Mansoer, SP, MM yang menyampaikan materi Membangun Sikap Berwirausaha.

Ahmad Rosyad Mansoer, SP,MM
"Segala sesuatu usaha harus berdasarkan ilmu" Begitulah beliau pada awalnya. Berwirausaha itu butuh wawasan luas tambah beliau atau lebih lengkapnya berwirausaha itu membutuhkan tiga hal, yakni Sikap Mandiri, cerdas dan Keterampilan. Panjang lebar penyampaian beliau yang merincikan bagaimana ilmu Produksi, Pencatatan Keuangan dan Skill Pemasaran. 

Selanjutnya ada lima hal penting dalam memilih usaha saat berbisnis: 
1. Bisnis yang Prospektif
2. Market Oriented (Mencari Pelanggan)
3. Sesuai dengan Passion (Hobi)
4. Cerdas dalam mebangun mitra (Networking)
5. Mengikuti Perubahan/perkembngan zaman

Akhirnya setelah beberapa hari, sampailah peserta pada pemateri yang luarrrr biasa, yakni ibu Dra. Yani Aryani, M.Si. Beliau dengan gaya yang lugas berkata "Dalam usaha butuh orang yang terampil, yakni orang yang detail memiliki kecakapan dalam usahanya" oleh karenanay para pendamping sosial harus jeli melihat potensi masyarakat. Memilih dan memilah keterampilan yang tersebunyi di masyarakat. 

Seorang pendamping sosial Harus memiliki hasrat tinggi untuk membantu orang lain sambung beliau. Dalam mencari dan menggali potensi masyarakat pendamping sosial wajib memahami cara berkomunikasi efektif. Beliau mengatakan : Jangan Memakai Bahasa Planet.
Dra. Yani Aryani, M.Si

Berkomunikasi harus disesuaikan dengan adat, perilaku dan pendidikan masyarakat. Sehingga tercapai tujuan dari komunikasi sosial yakni, Perubahan sosial, sikap, opini dan perialaku masyarakat. Nah, untuk merubah sikap masyarakat maka para pendampung sosial juga harus memiliki perilaku yang mendukung. Antara lain sikap Sabar, Mampu Mendengarkan dan Bisa Membaur bersama masrakat.

Yah, Baiklah kawan-kawan masih banyak lagi yang harusnya bisa disampaikan. Namun apalah daya sudah ngantuk banget nih. Mungkin kesempatan lain bisa disambung lagi yang seru-seru di Bandung kemarin he he...

Tidak ada komentar