Menu
Teguh Indonesia

Revolusi Mesir, Revolusi Rakyat.


Oleh: Teguh Estro*

Husni Mubarok harus turun sekarang juga. Itulah jeritan jutaan rakyat Mesir agar sang diktator hengkang dari tampuk kepemimpinan. Lebih dari 30 tahun berkuasa, mantan jenderal angkatan udara itu hanya menjadi tirani. Korupsi kian merajalela diiringi kemiskinan yang menjadi pesakitan rakyat di bumi para nabi itu. Bahkan kekayaan Husni Mubarok telah mencapai lebih dari 300 T rupiah. Belum lagi kekayaan anaknya Gamal mubarok yang mencapai lebih dari 100 T rupiah. Sebuah angka yang sangat menyakitkan hati jika dibandingkan dengan angka 40% rakyat yang berstatus miskin.

Lapangan Tahrir di Kairo menjadi saksi kebrutalan militer terhadap pejuang revolusi. Begitupun yang terjadi di Nasher City, Alexandria, Suez dan kota-kota besar lainnya. Jutaan masa sejak 25 Januari lalu telah berbulat tekad untuk memakzulkan Husni Mubarok. Masa demonstran yang berasal dari berbagai kalangan berkumpul-riuh mengekspresikan puncak kekesalannya. Berawal dari diblokirnya situs jejaring sosial ‘Facebook’ dan ’Twitter’ oleh pemerintah. Kemarahan warga mulai tersulut. Puncaknya hingga jaringan telekomunikasi dan layanan perbankan juga terputus.

Krisis di Mesir saat ini sebenarnya hanyalah kemuncak dari kekecewaan berbagai kalangan. Ada dua hal penyebab utama terjadinya pergolakan revolusi Mesir saat ini. Sebab pertama adalah alasan permukaan, yakni kemiskinan yang mencapai level terparah namun jajaran penguasa justru asyik bertindak korup. Bagaikan rumput kering yang terkena percikan api, rakyat Mesir mudah sekali terbakar nalurinya untuk memberontak. Karena urusan perut tidak bisa menunggu lama. Hal serupa juga menjadi penyebab utama pergolakan revolusi yang terjadi di Tunisia, Yaman dan Oman.

Penyebab kedua dari pergolakan revolusi Mesir adalah pemerintahan yang tidak demokratis. Berapa banyak para tokoh yang bersuara lantang lalu dipenjara hanya karena mengkritik pemerintah. Bahkan melalui kekuasaannya Husni Mubarok memberangus lawan-lawan politiknya di parlemen dengan menjadi kekuatan politik terbesar. Seolah mewarisi pendahulunya, Presiden yang berkiblat ke barat ini juga melakukan determinasi pada ormas-ormas Islam di sana. Sebut saja kekuatan oposisi besar Ikhwanul Muslimin yang terus mengalami luka di sepanjang sejarah oleh penguasa. Sejak masa ketokohan Hasan al-banna dan Sayyid Quthb, anggota-anggota Ikhwanul Muslimin layaknya hewan buruan yang harus dibunuh dan dipenjara. Begitupun dengan tokoh lainnya bahkan yang bersebrangan ideologi sekalipun. Seperti tokoh-tokoh dari partai sosialis yang sulit berbicara lantang mengkritik penguasa. Sehingga revolusi mesir di awal tahun 2011 ini seolah mendai momentum bagi oposisi pemerintahan untuk bersikap nyata. Apapun ideologinya, mereka bersama turun ke jalan meneriakkan “Mubarok Turun”. Sampai saat ini Husni Mubarok yang telah bertolak ke luar negeri tak kunjung berniat lengser dari kekuasaannya. Bahkan ia baru akan mengundurkan diri pasca PEMILU bulan September 2011. Kian sulit saja perjuangan Revolusi rakyat Mesir. Apalagi Militer Angkatan Udara sangatlah setia pada sang Tiran Mubarok.

Pergolakan konstelasi politik di timur tengah ini kian memicu kekhawatiran dunia. pasalnya selama ini Mesir di bawah kepemimpinan Husni Mubarok begitu dekat dengan negara-negara barat. Bahkan biaya militer di negeri seribu menara itu adalah bantuan dari Washington D.C. Hal ini tentu karena adanya kepentingan negara adidaya tersebut dalam perpolitikan Mesir. Apalah jadinya muka Israel, Amerika dan sekutu-sekutunya jika semenanjung sungai Nil dikuasai oleh oposisi pemerintah. Akankah pasca mubarok akan muncul pemimpin yang berkiblat kepada Amerika ataukah justru menentang kebijakan militer gedung putih.

Israel sebagai salah satu sekutu Mesir betul-betul menjadi negara yang sangat tertekan. Menteri luar negeri Israel mencoba meyakinkan negara-negara Uni Eropa bahwa Mubarok harus tetap berkuasa. Pasalnya selama ini Husni Mubaroklah yang menjadi pendukung kedaulatan Israel saat berkonflik dengan Palestina. Sehingga boleh jadi Israel adalah negara yang paling berkepentingan terhadap misteri masa depan kepemimpinan Mesir. Ada beberapa nama yang muncul selain Gamal Mubarok ‘The Son’ yang telah disiapkan oleh Husni Mubarok. Sebut saja Omar Sulaiman yang selama ini menjadi tangan kanannya ataukah el-Baradai yang menjadi pemimpin gerakan oposisi saat ini. Semua teka-teki ini akan terjawab seiring perjuangan para demonstran yang telah mengeluarkan ultimatum agar Mubarok turun sampai 4 Februari 2011.

Tidak ada komentar